Thursday, October 25, 2012

Klenteng di Banyumas Terbakar


Klenteng Bon Tik Bio, klenteng besar di kota Banyumas Jawa Tengah, Rabu pagi terbakar. Gedung utama dan altar rubuh, begitupun bangunan teras samping yang menggunakan penyangga kayu. Tiga unit mobil pemadam kebakaran yang terlambat turun ke lokasi kejadian hanya mampu menyelamatkan ruang belakang. Api baru padam satu jam kemudian. Warga sekitar tak bisa berbuat banyak, karena saat tahu api sudah membumbung tinggi.

Pengurus klenteng meragukan dugaan kebakaran karena korsleting listrik atau dari lilin yang menyala. Mereka menduga ada sebab lain, dan minta polisi menyelidiki dugaan lain itu. Polisi sendiri hingga Rabu pagi tadi masih melakukan identifikasi dan belum mau memberikan keterangan. Sumber : www.indosiar.com

Friday, October 12, 2012

Fitnes Mania Purwokerto Unjuk Gigi

Minggu, 7 Oktober 2012, menjadi salah satu hari yang bersejarah bagi fitnes mania di daerah Purwokerto dan sekitarnya. Pasalnya, untuk pertama kalinya UBC Xpress digelar di Kota Satria, Purwokerto. UBC Xpress kali ini diadakan di Axel Gym, Jl. Overste Isdiman Gang Kebugaran No. 5, Purwokerto, dan diikuti oleh 23 peserta untuk kategori All Season dan 78 peserta untuk kategori The Ultimate Body.

Uniknya, dalam UBC Xpress kali ini, tampillah tiga orang “guest poser dadakan” untuk menghibur sekaligus mengedukasi para penonton. Ketiga guest poser tersebut, yakni Budi Setiawan, Nando, dan Agung, yang merupakan peserta untuk kategori All Season. Namun karena kondisi tubuhnya dianggap sudah terlalu tebal yang membuat mereka tidak dapat masuk kategori All Season melainkan kategori men’s fitness atau body fit, maka sebagai apreasiasi atas keikutsertaan mereka dalam event ini, tampillah mereka di atas panggung UBC Xpress. Para juri dan panitia juga sepakat bahwa penampilan mereka ini menjadi sarana edukasi mengenai tipe tubuh yang masuk dan yang tidak ke dalam kategori yang dipertandingkan dalam UBC.

Setelah melalui berbagai babak penilaian, akhirnya keluarlah Hendra Aryanto sebagai juara I untuk kategori All Season dan Rendy Yugo sebagai juara I untuk kategori The Ultimate Body.

Menurut pihak Axel Gym, dengan digelarnya UBC Xpress ini bisa memajukan fitness mania Purwokerto, serta diharapkan agar event ini bisa menjadi agenda rutin tahunan, dan untuk ke depannya Purwokerto menjadi salah satu kota penyelenggara Ultimate Body Contest (UBC) tingkat nasional.

Nah, berikut ini adalah daftar juaranya.

Daftar Juara Kategori All Season:

Juara I                                   : Hendra Aryanto (Axel Gym, Purwokerto)

Juara Ii                                  : Farich (Java Gym, Brebes)

Juara Iii                                 : Adnan Firmansyah (Platinum Gym, Purbalingga)

Harapan I                             : Arif Budiarto (Axel Gym, Purwokerto)

Harapan Ii                            : Saminto (Mitra Gym, Pemalang)

Harapan Iii                           : Tlino (Permata Fitness Centre)

The Best Abdominal          : Adnan Firmansyah (Platinum Gym, Purbalingga)

Daftar Juara Kategori The Ultimate Body:

Juara I                                   : Rendy Yugo (Ivana, Purwokerto)

Juara Ii                                  : Supriyanto (Champ, Purwokerto)

Juara Iii                                 : Wahab Ali (Lapendos Gym, Jember)

Harapan I                             : Angga (Gusta Gym, Cilacap)

Harapan Ii                            : Trio Hendrik (Spartacus, Purwokerto)

Harapan Iii                           : Ari P (Power Gym, Purbalingga)

The Best Abdominal          : Rudi (Champ, Purwokerto)
Sumber : duniafitnes.com

80 persen Penduduk Negara Berkembang Bergantung pada Pengobatan Tradisional

Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi mengatakan, 80 persen penduduk negara berkembang bergantung pada pengobatan tradisional untuk perawatan kesehatan primer.
    "Survei Kesehatan Nasional 2010 menunjukkan bahwa 59,12 persen penduduk Indonesia merupakan konsumen jamu dan 95 persen memanfaatkan jamu," katanya dalam makalah berbahasa Inggris yang dibacakan Staf Ahli Menteri Kesehatan Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi Agus Purwadianto di Purwokerto, Kamis (11/10/2012).    Agus membacakan makalah Menkes Nafsiah Mboi yang berjudul "Policy and Regulation of Jamu Development and The Way Forward" tersebut dalam "International Conference on Medicinal Plants 2012" yang diselenggarakan Kelompok Kerja Nasional Tumbuhan Obat Indonesia (Pokjanas TOI) bersama Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto di Banyumas Room, Hotel Horison, Purwokerto. Menurut dia, saat ini jamu harus dirangsang untuk menjadi alternatif terkemuka guna meningkatkan kesehatan, mencegah, dan menyembuhkan penyakit, terutama untuk penyakit degeneratif dan gangguan metabolisme, serta untuk tujuan rehabilitasi.    Oleh karena itu, kata dia, penelitian yang didasarkan pada layanan kesehatan merupakan program prioritas di Kementerian Kesehatan untuk menyinergikan dan mengintegrasikan jamu dalam sistem perawatan kesehatan. Dalam hal ini, lanjutnya, perlu menciptakan inovasi seperti swasembada bahan baku obat (berdasarkan tanaman obat), pariwisata sehat dengan jamu, dan manusia sehat menghasilkan ekonomi yang sehat.    "Bapak Presiden telah meminta agar jamu dikembangkan, antara lain dengan cara menyinergikan dan mengintegrasikan jamu ke dalam sistem pelayanan kesehatan, kerja sama penelitian dan pengembangan jamu, Kementerian Kesehatan bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan harus memfasilitasi produksi jamu berkualitas dengan menerapkan standarisasi," katanya. Selain itu, kata dia, meningkatkan produksi dari bahan baku sampai produk akhir, pengawasan dan pengendalian untuk produk jamu, serta mengembangkan skala usaha kecil mikro dan menengah untuk jamu.    Ia mengatakan, pengembangan jamu berbasis ilmiah ini ditujukan untuk memberikan bukti ilmiah penggunaan jamu secara empiris, mendorong penyedia jaringan yang melakukan "layanan jamu" dan "penelitian jamu" dalam penggunaan jamu untuk promosi, pencegahan, pengobatan, dan rehabilitasi serta meningkatkan penyediaan jamu yang aman, berkualitas, dan efektif. "Pengembangan jamu berbasis ilmiah ini ditujukan untuk membangun infrastruktur ’sistem ganda’ penyedia jamu, yakni layanan kesehatan dan peneliti jamu," katanya.    Di bagian akhir makalahnya, Menkes mengatakan, beberapa hal yang harus dilakukan ke depan membutuhkan banyak pemain, masyarakat, dan kemitraan dengan swasta untuk mendapatkan kualitas terbaik dari jamu, percepatan kegiatan dari hulu terkait penyediaan bahan jamu yang berkelanjutan sesuai standar baku, serta memunculkan kesadaran kolektif konservasi dan pengembangan jamu sebagai warisan nasional. Selain itu, kata dia, seluruh puskesmas dan rumah sakit harus menerapkan sinergi serta integrasi pelayanan jamu dalam pengobatan komplementer, alternatif tertentu, dan lainnya secara bertahap.  Dengan demikian, lanjutnya, promosi besar mengenai jamu berupa "Jamu Brand Indonesia" dapat terwujud. "International Conference on Medicinal Plants 2012" yang diselenggarakan di Purwokerto, juga menghadirkan beberapa pembicara dari dalam dan luar negeri seperti Dr Lesley Braun dari Monash University, Assoc.Prof Wandee Gristnapan (Mahidol University), dan Dr Chandrkant B Salunke (Khrisna Mahavidyalaya India). Sumber : health.kompas.com

Kementrian Kesehatan Akan Mengusulkan RUU Jamu


Kementrian Kesehatan (Kemenkes) mengusulkan Penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Jamu untuk melindungi keberadaan Industri Jamu Nasional. Apalagi usulan penyusunan RUU jamu juga didukung oleh banyak pihak. Diharapkan, 2013 ada pembicaraan serius mengenai hal tersebut.

"Sudah saatnya jamu jadi tuan rumah yang terpisah dari obat modern, oleh karena itu jamu membutuhkan undang-undang tersendiri yang melindungi. Karena pengaturannya berbeda dengan produksi farmasi modern," kata staf Menteri Kesehatan Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi, Agus Puwadianta kepada wartawan di sela-sela International Conference On Medicinal Plants 2012 di Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (11/10/2012). Menurut dia, Kemenkes saat ini sedang membuat RPP (Rancangan Peraturan Pemerintah) tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional, sebagai amanat dari Undang-Undang Kesehatan, selain itu untuk melindungi industri jamu Nasional dan konsumen. Namun, RPP tersebut belum bisa mengatasi permasalahan jamu yang diberikan bahan kimia obat (BKO).

"Ini karena secara nasional, Indonesia Incorporated belum bisa terwujud oleh RPP ini, karena masih agak berbau pelayanan kesehatan. Padahal ini problemnya bukan hanya pelayanan kesehatan, tidak mungkin dengan PP saja, ini materi muatannya melalui undang-undang," katanya.

Dia juga mengakui selama ini banyak riset yang dilakukan mengenai jamu di laboratorium, tapi belum dimanfaatkan untuk pengobatan. Selain itu, dari 4.000 spesies tanaman yang berpotensi sebagai tumbuhan obat, saat ini baru lima yang benar-benar dikembangkan. "Ini karena banyak dokter yang ragu-ragu dengan khasiat jamu. Tapi sekarang sudah ada 150 dokter se-Indonesia yang dilatih untuk meneliti dan menggunakan jamu. Nantinya akan melayani pasien dengan obat-obatan berbahan baku jamu," katanya.

Menurut dia, selain berkomitmen dengan membentuk eselon II yang membidangi pengobatan tradisional, Kemenkes saat ini juga sudah bekerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk meyakinkan para dokter agar menggunakan jamu. "Kali ini dengan sertifikasi jamu kita tantang para dokter. Karena di bidang kesehatan pemainnya adalah para dokter," jelasnya. Sumber : health.detik.com

Saturday, October 6, 2012

Siswa dan Guru Thailand Belajar di SMPN 2 Kota Purwokerto


Sebanyak 7 siswa dan  6 guru dari Sainampeung School Thailand selama lima hari berkunjung ke Kabupaten Banyumas. Dari tanggal 19-23 Septeber 2012, mereka akan  ngangsu kawruh  tentang kebudayaan dan system pendidikan di kabupaten tersebut. Di Banyumas para siswa yang didampingi guru tersebut belajar tentang kebudayaan, sistem belajar mengajar dan berbagai ilmu di SMP 2 Purwokerto. Kedatangan mereka disambut Bupati Mardjoko do Pendapa Si Panji, Kamis malam (20/9).

Kepala SMP 2 Purwokerto, Daud Dwi Sudarto,mengatakan selama di Banyumas mereka akan dikenalkan dengan berbagai kesenian dan budaya asli Banyumas. Tak hanya itu, mereka juga akan diajak mengunjungi berbagai obyek wisata di kabupaten yang berada di kaki Gunung Slamet itu. “Ini merupakan kunjungan balasan dari mereka, sebab Juli yang lalu kami beserta rombongan juga berkunjung ke sekolah tersebut. Bahkan, kami sempat diterima oleh Sekretaris Menteri Pendidikan Thailand,” jelasnya.

Selama di Purwokerto, lanjut dia, siswa yang berjumlah tujuh orang dan enam orang guru tersebut diajak mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas. Tak hanya itu mereka juga diajak untuk belajar seni karawitan, jurnaslistik, maupun  seni batik. “Termasuk calung yang merupkan seni khas asli Banyumas,” ujar ida. Menurutnya, kegiatan itu merupakan salah satu syarat yang harus dilakukan oleh sekolah RSBI. Dimana sesuai dengan ketentuan, sekolah RSBI harus mengadakan kegiatan Sister School dengan sekolah di luar negeri., “Di Indonesia adan 300 SMP RSBI dan di Jateng ada 67 sekolah”, tambah dia.

Sementara Bupati Banyumas Mardjoko dalam sambutannya berharap para siswa dan guru dari Sainampeung School Thailand betah di Banyumas. “ Seni dan budaya di Banyumas cukup banyak, bahkan obyek wisatanya indah khususnya air terjun seperti Curug Cipendok dan yang lain” tandasnya.(Suara Merdeka, Sabtu 22 September 2012 Hal 23 Banyumas). Sumber : www.smpn2-purwokerto.sch.id

Siswa MAN 2 Kota Purwokerto Antusias Ikuti Sosialisasi PEMILU


Sekitar 339 siswa Madrasah Aliyah Negeri Purwokerto 2 (MAN Purwokerto 2), Selasa (25/9), mengikuti sosialisasi Pemilu Bupati dan Wakil Bupati Banyumas tahun 2013 di aula MAN Purwokerto 2. Narasumber kegiatan ini adalah Drs. FA Agus Wahyudi, M.Si, anggota KPU Kabupaten Banyumas divisi sosialisasi.

Menurut Agus, kegiatan ini merupakan inisiatif MAN Purwokerto 2 untuk ikut serta dalam proses penyadaran pemilih pemula tentang pentingnya Pemilu di Indonesia. Lebih lanjut, KPU Kabupaten Banyumas mengharapkan dengan terselenggarakannya kegiatan ini akan semakin banyak pihak yang mendukung kampanye Pemilu Bupati Banyumas dan Wakil Bupati Banyumas tahun 2013 yang bersih, demokratis dan bermartabat. “Harapannya akan semakin banyak pemilih, khusunya pemilih pemula yang dapat mengatakan Pemilu Yes, Money Politic No”, ujarnya diakhir penyampaian materi.

Sementara itu dalam sambutan pengantarnya, Drs. Sungkowo, Wakil Kepala MAN Purwokerto 2, mengatakan bahwa tujuan diselenggarakannya kegiatan sosialisasi selain agar para siswa mempunyai kesadaran tentang pentingnya Pemilu sebagai calon pemilih tetapi juga agar para siswa paham tentang penerapan langsung mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Menurutnya, Pendidikan Kewarganegaraan yang diajarkan di sekolah tidak hanya tentang teori saja, tetapi akan lebih jelas jika disertai dengan praktek dari ahlinya. Sumber : kpud-banyumaskab.go.id

Friday, October 5, 2012

KPU Kabupaten Banyumas Lakukan Sosialisasi dengan Menanggap Ebeg (Kuda Lumping)


Sesuai dengan program sosialisasi Pemilu Bupati dan Wakil Bupati Banyumas di tahun 2012, KPU Kabupaten Banyumas menyelenggarakan sosialisasi menggunakan media seni lokal, yaitu seni Kuda Lumping atau lebih dikenal dengan seni Ebeg. Kegiatan tersebut berlangsung di Kecamatan Kebasen dan Wangon, Minggu (30/9). Menurut rencana, kegiatan serupa juga akan dilaksanakan di tiga tempat lain, yaitu Kecamatan Kedungbanteng, Kembaran dan Banyumas.

Sementara itu, Agus Wahyudi mengatakan bahwa KPU Kabupaten Banyumas berusaha untuk menyebarluaskan informasi tentang Pemilu Bupati dan Wakil Bupati Banyumas tahun 2013 kepada seluruh lapisan masyarakat. “Kami memandang seni Kuda Lumping atau Ebeg ini masih diminati masyarakat dari seluruh lapisan, maka kami lakukan sosialisasi melalui media itu”, tegas Agus ketika ditanya mengapa memilih media seni lokal.

Berdasarkan pantauan, pelaksanaan kegiatan yang dihelat di Lapangan Kalisalak, Kebasen berlangsung meriah. Sekitar seribu orang berkerumun untuk menyaksikan berbagai atraksi dan tarian Kuda Lumping yang diperagakan oleh Grup Seni Kuda Lumping Budaya Muda Singa Putra pimpinan Bapak Sobingi, Kalisalak. Sumber : kpud-banyumaskab.go.id

Hewan Kurban di Kabupaten Banyumas Diawasi Dinas Peternakan


Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Banyumas, Jawa Tengah (Jateng), menurunkan tim untuk memantau hewan kurban. Tim tersebut terus mengawasi perdagangan hewan kurban. "Kamí tidak mau mengambil risiko hewan kurban bermasalah, misalnya ada persoalan penyakit. Dengan adanya tim tersebut, secara dini (persoalan) akan terdeteksi," kata Kepala Disnakkan Banyumas Sugiyanto, Senin (1/10). 

Dari hasil pemantauan sementara, ujarnya, tidak ditemukan penyakit berbahaya pada hewan kurba, seperti anthraks. Yang ditemukan antara lain penyakit cacing hati. "Cacing hati memng sulit dihindari," ujarnya. Tim pengawas hewan kurban itu terdiri dari 60 petugas. Sejak Senin mereka diterjunkan ke rumah pemotongan hewan (RPH) dan di setiap kecamatan. Sumber : www.mediaindonesia.com

Tim Sepak Bola Banyumas Kembali Meraih Emas di Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) SMP JaTeng


Setelah menunggu delapan tahun, tim sepak bola Banyumas akhirnya kembali meraih emas di cabang sepak bola Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) SMP Jateng. Terakhir, Banyumas meraih emas di sepak bola pada 2004 lalu. Emas itu berhasil didapat setelah mengalahkan Kabupaten Semarang 3-1, adu penalti, pada final di Stadion Citarum, Kamis (4/10). 

Meski sama-sama memiliki peluang cantik, kedua kesebelasan tak mampu melesakkan sebiji gol di waktu normal. Kiper Banyumas Anggit Fajar menjadi bintang setelah berhasil menggagalkan penalti pertama Kabupaten Semarang yang dieksekutori Topan Dito. sedangkan tendangan  Ferdinanto dan Ade Gilang melebar. Hanya Johan yang berhasil membobol gawang Banyumas.

Semenatra Banyumas berhasil menciptakan tiga gol  melalui kaki Giovani Yudha, Anjar Budi dan Galang DH. Hanya Jumanto yang tendangannya melebar dari tiang gawang. Banyumas pun memastikan diri menjadi pemenang dan mendapatkan emas di Popda SMP tahun ini. "Meski kelelahan, anak-anak tampil tenang sepanjang laga. Banyak peluang yang diciptakan tetapi kami gagal mengkonversi menjadi gol. Apa yang kami tunggu-tunggu akhirnya terwujud di babak adu penalti dan kami memenanginya," ujar pelatih Banyumas Indar Wijayanto usai laga.

Para pemain Kabupaten Semarang pun tidak dapat menutupi kekecewaan. Mereka tertunduk lesu setelah timnya kalah adu penalti. Masih belum percaya kekalahan itu, skuad arahan Tri Basuki enggan beranjak dari lapangan. Baru setelah lawan memberi salam, mereka berdiri untuk persiapan prosesi penyerahan medali.
"Ini adalah pertandingan yang ketat. Kami memiliki peluang untuk mencetak gol, lawan pun demikian. Hanya saya kami tidak diberi keberuntungan saat adu penalti," kata  Tri Basuki. Namun demikian, dia mensyukuri atas medali perak  yang didapat. Ini adalah medali pertama sepanjang mengikuti even tahunan pelajar SMP tingkat Jateng. Tahun depan, sambung Tri Basuki, Kabupaten Semarang bertekad meraih prestasi lebih baik. Sumber : www.suaramerdeka.com

Sunday, September 30, 2012

Masyarakat Miskin di Kabupaten Banyumas Dapat Bantuan Beras


Sebanyak 4.083 rumah tangga miskin di desa rawan pangan dan bencana alam tersebar di 18 kecamatan, 28 desa dan 55 korban kebakaran, akan menerima bantuan beras, masing-masing 15 kg dengan jumlah total 61.245 kg dari Pemerintah Kabupaten Banyumas yang berasal dari cadangan beras pemerintah.

Kecamatan dan Desa penerima bantuan antara lain Kecamatan Cilongok (Desa Sambirata 261 KK dan Desa Gunung Lurah 400 KK), Kecamatan Kalibagor (Desa Kaliori 276 KK), Kecamatan Jatilawang (Desa Tinggarjaya 270 KK), Kecamatan Tambak (Desa Watuagung 261 KK), Kecamatan Wangon (Desa Wangon 224 KK), Kecamatan Kembaran (Desa Pliken 214 KK), Kecamatan Ajibarang (Desa Banjarsari 200 KK), Kecamatan Rawalo (Desa Rawalo 162 KK), Kecamatan Sokaraja (Desa Karangnanas 154 KK), Kecamatan Lumbir (Desa Lumbir 131 KK, Cingebul 84 KK, Kedunggede 38 KK, Cidora 10 KK Besuki 14 KK, Parungkamal 79 KK, Cirahab 62 KK, Canduk 30 KK, Karanggayam 27 KK dan Dermaji 65 KK).

Selain itu, Kecamatan Kemranjen (Desa Sibalung 116 KK), Kecamatan Gumelar (Desa Samudra 108 KK), Kecamatan Banyumas (Desa Pasinggangan 108 KK), Kecamatan Sumpiuh (Desa Kemiri 376 KK), Kecamatan Purwojati (Desa Kalitapen 76 KK), Kecamatan Patikraja (Desa Notog 70 KK), Kecamatan Somagede (Desa Piasa Kulon 59 KK) dan Korban Kebakaran sejumlah 55 KK. Demikian dijelaskan Kepala Bapeluh KP Kabupaten Banyumas, Ir. Wisnu Hermawanto, MT.

Ia menambahkan, pelaksanaan pemberian bantuan beras bertujuan agar kebutuhan masyarakat terhadap pangan tetap terpenuhi guna mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan. Indikator keberhasilannya yaitu berkurangnya gejala rawan pangan, terwujudnya kemandirian dan ketahanan pangan masyarakat dan meningkatnya akses pangan masyarakat.

“Bantuan ini merupakan wujud perhatian pemerintah kepada masyarakat miskin di wilayah desa rawan pangan dan rawan bencana. Semoga dapat meringankan beban mereka, akibat kemarau panjang selama ini,” ujar Bupati Banyumas, Drs.Mardjoko, MM didampingi Kepala Bapeluh KP Kabupaten Banyumas Ir. Wisnu Hermawanto, MT saat menyerahkan bantuan tersebut secara bertahap, baru-baru ini.  Sumber : www.tubasmedia.com